Dendam Miss Gembul
|
T
|
ina Avita, itulah nama yang diberikan oleh Alm. Ayahku yang
meninggal 6 tahun lalu, pasca kejadian yang sangat mengerikan itu. Yeah…..
ayahku meninggal karena ia dituduh korupsi modal dari kantornya, ya maklumlah
ayahku emang orang penting di kantornya, jadi ada seseorang yang menuduhnya.
Sebut saja dia Minem. Setelah Minem menuduh ayah, pada detik itulah ayahku
ditahan. Setelah 6 bulan lamanya ayah depresi sampai akhirnya meninggal. Ya,
itulah secuplik cerita tentang Alm. Ayah. Tuh kan! Gara-gara cerita tentang ini,
aku jadi nangis lagi. Sudahlah Tina!!!! MOVE ON.......
Karena
dari kecil aku suka makan and ngemil, jadi ya… gini lah ala hasil aku jadi
gemuk. Tapi, setelah aku pikir-pikir sampai pusing ni kepala, aku gak keberatan
kok. Yang penting aku merasa cantik, imut, dan langsing, walaupun badanku
seperti Truck Molen . Hal itu
menyebabkan aku diberi julukan Miss Gembul . Sebetulnya ya guys,
aku merasa sangat risih dengan julukan yang diberikan oleh Siska. Anak orang
kaya, cantik, kulitnya putih, pokoknya segalanya deh. Aku sih nganggep dia itu
ya cewek paling T.O.P B.G.T
buaaangeeeettttttttt. Tapi, berkat julukan Miss Gembul aku jadi tersohor
di kampus.
************
Mataku
perlahan membuka, pandangan mataku langsung lurus tertuju pada salah satu sudut
karma. What????? Jam setengah 6?.
Sontak, aku langsung ambil handuk dan capcus ke kamar mandi.
“Tina… ayo makan dulu nak!” ajak
Mama.
“Iya Ma, sebentar” kakiku lansung melangkah turun ke meja makan.
“Duduk sini” perintah Mama sambil menepuk kursi disebelahnya.
“Iya Ma, sebentar” kakiku lansung melangkah turun ke meja makan.
“Duduk sini” perintah Mama sambil menepuk kursi disebelahnya.
Apa? Kacang lagi, kacang lagi. Mentang –mentang Mama suka
kacang, semua menunya dari bahan kacang.Apa Mama gak tau, kacangkan mengandung
lemak terus aku kan bisa tambah gembrot. Hmmm,.. gara gara ini semua aku jadi
gak nafsu makan. Jadi, aku hanya mengambil sesisir roti. What??? Selainya juga
selai kacang.
“Aduh Ma, kapan sih Tina bisa
lepas dari yang namanya KACANG” protesku dalam hati.
Dengan terpaksa aku harus makan Cuma sama sesisir roti
tawar. Hmmm…… untung aja aku tadi malam udah makan banyak, hihihihihi……….
Aku
segera naik mobil. Ditengah perjalanan, aku melamun. Aku berharap masih
mempunyai sosok Papa yang selalu menemaniku. Ya, sebenarnya aku lebih sayang
sama Papa dibandingkan Mama. Tapi hal itu tidak mengurangi sayangku pada Mama.
Terkadang, terlintas dalam benakku, aku cemburu sama teman-temanku, pergi
kekampus dianterin Papanya. Tiba-tiba, aku tersadar dari lamunanku. Beberapa
Mahasiswa dan Mahasiswi bergerumbul, tapi mereka kenapa menggerumbul. Apa yang
terjadi? Oh iya, aku baru ingat. Mobil Avanza hitam berplat nomor N 2618 PF.
Ya, mobil ini memang keluaran terbaru, dan dikampus ini hanya TINA yang punya.
Semua orang berdecak kagum dengan mobil ini. Semua orang memuji mobilku ini dan
penasaran siapa sih yang punya mobil sekeren dan seantik ini. Bahkan ya guys ada mahasiswa yang bilang
“kalau mobilnya keren pasti yang
punya lebih keren, gue janji bila dia cewek akan gue jadi’in pacar gue dan bila
cowok akan jadi Best Friend gue” kata Roy, cowok yang diencer banyak cewek di
kampus.
“Oh, gitu ya Roy. Gue beri applause buat loeh. Jadi, setelah loe dapatin cewek di mobil itu, loe akan putusin gue. Itukan maksud loe?” bentak pacar Roy yang super duper cerewet dan kebetulan sih…dia ada di belakang Roy.
“Iya, gue sekarang gak cinta lagi am aloe. Lagian siapa juga yang mau jadi pacar cewek cerewet kayak loe? Gak ada, semua cowok pada kabur liat loe!”
“Ok, kita PUTUS…”
“Thank you” jawab Roy dengan lega seraya pergi dan langsung membukakan pintu untuk Miss Gembul.
“Oh, gitu ya Roy. Gue beri applause buat loeh. Jadi, setelah loe dapatin cewek di mobil itu, loe akan putusin gue. Itukan maksud loe?” bentak pacar Roy yang super duper cerewet dan kebetulan sih…dia ada di belakang Roy.
“Iya, gue sekarang gak cinta lagi am aloe. Lagian siapa juga yang mau jadi pacar cewek cerewet kayak loe? Gak ada, semua cowok pada kabur liat loe!”
“Ok, kita PUTUS…”
“Thank you” jawab Roy dengan lega seraya pergi dan langsung membukakan pintu untuk Miss Gembul.
Didalam mobil, aku hanya bias menahan tawa. Coba deh kalian
bayangin, banyak orang-orang yang muji mobil gue dan termasuk orang didalamnya
(gue). Terus sampai ada yang rela mutusin pacarnya demi dapatin sinyal cinta
dari aku. Oh MyGod…. Aku gak mimpi kan?????. Dan ketika pintu mobil dibuka.
Tereng tereng tetettttt…… tak ada cewek cantik, Gembrot pun jadi. Terus ketika
mereka liat siapa orang itu, apa reaksi mereka. Hahahaha… lucukan .
Ternyata apa yang kubayangin terjadi juga. Mereka
semua kaget dan melongo. Apalagi si Roy, mukanya merah tomat. Mereka melongo
sangat lama sekali. Setelah beberapa saat, mereka tersadar dan langsung bubar
dengan sendirinya. Hihihihihi….. seperti kena gendam aja. Setelah mereka bubar,
di sudut lorong tampak Roy dan pacarnya
sedang bertengkar. Nampaknya Roy sangat kecewa dan tertipu.
“Beibh, maafin aku ya”
“Apa? Maafin loe?” jawab pacarnya
“Ayolah, aku sadar apa yang kuomongin tadi salah”
“Ngapain loe ngrayu-ngrayu gue. Basi tau gak, katanya loe cinta sama si. Si siapa tuh namanya? oh iya. Si gembul!” jawabnya dengan sinis.
“Hey, asal kamu tahu ya sayang. Dengerin aku, aku ini hanya milik kamu seorang. Jadi, gak ada orang yang bisa milikin aku, kecuali kamu. Lihat deh! Secar, aku ganteng, kamunya cantik. Serasi kan?” Roy mulai mengeluarkan jurus rayuannya, sambil memegang tangan pacarnya.
“Serasi loe bilang. Ni makan tu serasi!” jawabnya dengan sewot dan menginjak kaki Roy lalu meninggalkannya.
“Galak banget sih tu cewek. Itu cewek apa monster dari Mars ya?.” Keluh Roy.
“Apa? Maafin loe?” jawab pacarnya
“Ayolah, aku sadar apa yang kuomongin tadi salah”
“Ngapain loe ngrayu-ngrayu gue. Basi tau gak, katanya loe cinta sama si. Si siapa tuh namanya? oh iya. Si gembul!” jawabnya dengan sinis.
“Hey, asal kamu tahu ya sayang. Dengerin aku, aku ini hanya milik kamu seorang. Jadi, gak ada orang yang bisa milikin aku, kecuali kamu. Lihat deh! Secar, aku ganteng, kamunya cantik. Serasi kan?” Roy mulai mengeluarkan jurus rayuannya, sambil memegang tangan pacarnya.
“Serasi loe bilang. Ni makan tu serasi!” jawabnya dengan sewot dan menginjak kaki Roy lalu meninggalkannya.
“Galak banget sih tu cewek. Itu cewek apa monster dari Mars ya?.” Keluh Roy.
Aku hanya bisa tertawa, tertawa
dan tertawa. Padahal di kampus ini, mereka yang dapat gelar convenient
couple atau pasangan paling serasi. Tapi, hanya gara-gara gue,
mereka END. Haduh, kenapa ya aku kok jadi merasa bersalah sama mereka. Itu
artinya, aku sudah merusak hubungan mereka yang sudah terjalin 2 tahun lamanya.
Terus, apa yang harus gue lakuin? Ada yang mau enggak nyumbangin ide buat gue.
Tapi, setelah gue fikir, itu bukan keslahan gue. Itukan salah Roy sendiri. Lagi
pula, ngapain gue harus nyibukkan diri untuk menyelamatkan hubungan mereka.
Mereka sudah jahat sama aku. Hahahaha……….kasihan deh mereka berdua. Tiba-tiba
lamunanku kabur gara-gara si Sisca.
“ Nglamunin apa sih? Kejadian
tadi?” tanyanya dengan nada santai.
“ Emang, barusan ada kejadian apa?” aku balik tanya dan pura-pura tidak tahu.
“ Eh, ini nih, orang ditanya malah balik tanya. Pura-pura gak tahu lagi”
“ Piss, hehehe….” Jawabku dengan cengingisan.
“Ke kantin yuk!” ajaknya. Aku hanya tertawa sambil mengangkat alisku.
“Iya, gue beli’in”
“Gitu dong”
“ Kalau gini aja semangat” keluhnya.
“ Emang, barusan ada kejadian apa?” aku balik tanya dan pura-pura tidak tahu.
“ Eh, ini nih, orang ditanya malah balik tanya. Pura-pura gak tahu lagi”
“ Piss, hehehe….” Jawabku dengan cengingisan.
“Ke kantin yuk!” ajaknya. Aku hanya tertawa sambil mengangkat alisku.
“Iya, gue beli’in”
“Gitu dong”
“ Kalau gini aja semangat” keluhnya.
Di kantin, aku memesan bakso dan jus alpukat. Sempat sih,
dilarang Sisca. Secara ya, bakso dan alpukat itu mengandung lemak. Tapi,aku
tetap aja memaksa, sekali-sekali boleh
dong. Sambil menunggu pesanan, kami membicarakan kejadian tadi.
“ Ini
dia, udah dating pesanannya” kata Sisca dengan gembira.
Tapi, aku hanya melihati raut wajahnya yang sangat
memancarkan ketulusan hatinya untuk mejadi sahabatku. Sisca, anak cantik dan
popular di kampus, mau maunya jadi temanku. Padahal, aku ini anak yang sangat
tidak sempurna. Terkadang, anak kampus suka mengejeknya karena ia mau jadi
temanku. Tapi Sisca masih saja mau jadi sahabatku. Jika aku punya maslah, pasti
aku langsung curhat ke dia, terus dia beri saran dan komentar, begitupun
sebaliknya. Malah, aku suka manja sama dia.Hingga tak terasa, aku meneteskan
air mata. Sisca balik melihatku dengan iba dan menanyakan mengapa aku menangis.
Aku meluapkan semuanya dan air mataku tambah deras. Sampai Sisca terharu dan ikut meneteskan air matanya.
“ I
LOVE YOU “ kata Sisca dengan lembut.
“ LOVE YOU TOO” aku langsung memeluk Sisca dengan eratnya. Baru kali ini aku punya sahabat seperti dia, dan aku gak mau kehilangan dia. Dia termasuk dari bagian hidupku yang tak kalah penting
“ LOVE YOU TOO” aku langsung memeluk Sisca dengan eratnya. Baru kali ini aku punya sahabat seperti dia, dan aku gak mau kehilangan dia. Dia termasuk dari bagian hidupku yang tak kalah penting
************
Dimalam
sunyi yang dipenuhi suara cengkerik ini, aku begadang sendiri. Ya, maklumlah,
besok ada presentasi. So, aku harus mempersiapkan bahan-bahan yang dipergunakan
besok. Padahal ya guys, aku ini anak paling malas untuk presentasi. Boro-boro
ngomong, apa yang gue presentasikan aja gue gak tau materinya. Ini nih, semua
gara-gara Pak Jokowi. Coba aja, kalau dia gak ngasih tugas yang gak penting
ini, gue kan bisa tidur, mungkin udah mimpi. Huftt……. Kapan sih Pak Jokowi gak
ngasih tugas yang rumit dan banyak. Dan gara-gara dia juga aku lupa enggak
makan malam. Hihhhh……. Sebel….. tak terasa kertas yang kupegang menjadi
berkeping-kepin. Tiba-tiba mataku melirik jam dinding. What??? Jam 12! Ayo Tina. SEMANGAT!!!!!!. Beberapa saat kemudian,
aku mulai ngantuk berat dan tak terasa perlahan mataku menutup. Beberapa saat
kemudian, aku bangun dalam keadaan mata tertutup. Aku menuju dapur. Waktu itu
lampu dapur dimatikan, jadi keadaannya gelap. Aku langsung pergi ke almari
tempat piring, dan langsung membawa piring. Setelah itu kakiku melangkah menuju
kamar mandi. Dan berhenti tepat di wastafel, disitulah aku meletakkan piring
itu dan langsung ke Bath Up. Disana aku tertidur pulas. Aku merasa malam
inilah, malam dimana tidurku sangat nyenyak.
************
“Sayang,
dimana kamu nak?” teriak Mama
“A aa…” kataku malas sambil menepuk pipiku yang dihinggapi nyamuk.
“ Ya Allah, dimanaTina?. Ya, lebih baik aku telfon polisi”
“A aa…” kataku malas sambil menepuk pipiku yang dihinggapi nyamuk.
“ Ya Allah, dimanaTina?. Ya, lebih baik aku telfon polisi”
Mama langsung mengambil handpphone nya. Tut…tut….tut…..
“
Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?” tanya polisi dengan sopan.
“ Pagi, Pak anak saya hilang”
“ Sejak kapan?”
“ Pokoknya Bapak kesini aja. Nanti saya ceritakan, alamatnya di Jalan Boegenvile No 101”
“Baik buk, kita akan segera meluncur kesana”
“ Pagi, Pak anak saya hilang”
“ Sejak kapan?”
“ Pokoknya Bapak kesini aja. Nanti saya ceritakan, alamatnya di Jalan Boegenvile No 101”
“Baik buk, kita akan segera meluncur kesana”
Tepat pukul 05.35 rombongan polisi datang ke rumahku untuk
menyelidiki apa yang terjadi. Tiba-tiba Handphone di dalam sakuku berdering dan
membuatku terbangun. Ternyata Sisca, Apa
Sisca? Bersamaan dengan itu, para Polisi datang ke kamar mandi, dan membuatku
kaget.
“Pak, ampun Pak saya enggak salah apa-apa. “ sambil menangis
“Pak, ampun Pak saya enggak salah apa-apa. “ sambil menangis
Polisi heran dengan sikapku, dia menjelaskan tujuannya dan
akupun menjelaskan apa yang terjadi. Tet tet
tet……. SISCA? Ya ampun aku lupa kalau Sisca mau jemput aku.gak usah
mandi kali ya? Udah deh gak usah udah jam enam lebih. Dan semoga aja ini
pertama dan terakhir kalinya aku ke kampus gak mandi. Euuuuhhhh……… Aku bergegas
ambil baju dan menyemprotkan minyak wangi senamyak-banyaknya. Setelah itu,
meluncur deh ke mobil Sisca. Didalam mobil kita ngobrol yang seru, tiba-tiba
kami curhat, yaa maklumlah kitakan Best
Friend. Tak terasa saking asyiknya kita mengobrol, kami tiba di gerbang
sekolah.
Seperti
anak-anak lain, setelah masuk dikelas, kita segera duduk dan menggosip. Ya….
Wajar, perempuan. Bel pelajaran telah bordering, itun artinya Pak Jokowi akan
segera masuk ke kelas. Dan saatnya kami presentasi. Pak Jokowi bilang, kalau
urutannya akan di undi. Ya Allah, semoga bukan aku yang maju duluan. Pak Jokowi
menatapku, dan ternyata…………
“Bejo” ucapnya singkat.
“Bejo” ucapnya singkat.
Ya, Bejo anak kampong yang logat bicaranya sangat
medhok,tapi jangan salah dia smart
loh,oh ya satu lagi, dia itu cu to the lun alias CULUN. Setelah dia tahu kalau
dia yang pertama maju, ekspresinya itu loh campuran, antara kaget+gugup+malu,
pokoknya campur aduk aduh deh. Keringat dingin telah mengucur membasahi
mukanya, tangan dan kakinya gemetaran. Gedebluk……..tiba-tiba
Bejo jatuh pingsan . bukannya nolongin malah nertawain, itu yang dilakukan anak sekelas plus Pak
jokowi. Setelah 2 menit lamanya kami menertawakan kejadian itu, Bejo segera di
bawa ke bangkunya.
“Lucu
banget sih anak itu. Ya enggak Sis?” tanyaku sambil tertawa. Tapi aku mulai
heran kenapa dia senyum sendiri, apa gara-gara kejadian tadi. Tapi gak mungkin,
aku tahu bukan gara-gara kejadian itu.
“Ada apa sih?” tanyaku lagi.
“Gue jadi puny ide” jawabnya dengan senyuman bangga.
“Eh ide apaan tuh? Kayaknya misi besar nih” tanyaku penasaran.
“Liat aja nanti”
“Up to you lah. Pokoknya gue saranin ide loe jangan gila atau ngerugiin orang lain” aku menasihati Sisca karena aku gak mau dia berbuat jahat.
“Gue jadi puny ide” jawabnya dengan senyuman bangga.
“Eh ide apaan tuh? Kayaknya misi besar nih” tanyaku penasaran.
“Liat aja nanti”
“Up to you lah. Pokoknya gue saranin ide loe jangan gila atau ngerugiin orang lain” aku menasihati Sisca karena aku gak mau dia berbuat jahat.
Gue makin penasaran karena Sisca gak jawab nasihatku tadi.
Dia Cuma tersenyum sambil melamun. Akhirnya bel bordering, so waktunya kita GO
HOME…. Dan siang ini, aku sama Sisca mau pulang bareng. Aku dan Sisca segera
meluncur di Parkiran untuk ambil mobilnya. Tiba-tiba langkah sisca berhenti
tepat di depan Bejo.
“Hai
Bejo! Udah enakan?” tanya Sisca penuh perhatian.
“udah enakan kok Sis”
“udah enakan kok Sis”
Apa setress ya ni anak? Aneh banget, secara dia itu paling
gak suka sama yang namanya Bejo, malah biasanya ngerjain dia. Apa dunia udah
kebalik kali ya?Berarti kalau dunia
terbalik, gue bisa jadi wanita yang lansing?. Tapi, buktinya, tetep aja gue
masih gembrot L.
************
Malam
harinya aku masih penasaran dengan ide Sisca. Sampai-sampai aku gak bisa tidur.
Akhirnya aku nekat untuk nelfon dia.
“Haduh, Gembul udah jam segini
tau. Emang ada apa sih? Penting banget ya?”
“Idih…. Orang masih jam sebelas juga. Gue masih penasaran dengan ide loe!”
“Besok aja ya Gembul, gue masih ngantuk tau!”
“Pokoknya sekarang” paksaku dengan nada manja.
“Jadi gini, gue mau deketin Bejo, sampai dia jatuh cinta dan bertekuk lutut sama gue. Setelah itu kita putus deh!”
“Elo gila ya?”
“Biarin, udahkan? BYE!”
“Idih…. Orang masih jam sebelas juga. Gue masih penasaran dengan ide loe!”
“Besok aja ya Gembul, gue masih ngantuk tau!”
“Pokoknya sekarang” paksaku dengan nada manja.
“Jadi gini, gue mau deketin Bejo, sampai dia jatuh cinta dan bertekuk lutut sama gue. Setelah itu kita putus deh!”
“Elo gila ya?”
“Biarin, udahkan? BYE!”
Aduh Tuhan? Apa dia gak lagi mimpi ya?. Gila banget sih tu
anak, coba deh kalian bayangin, perbuatan Sisca itukan bisa nyakitin
perasaannya Bejo kan? Kasian kalau dia diberi harapan palsu, apalagi, selama ku
tahu,dia Bejo gak pernah yang namanya jatuh cinta. Bejo anak selugu itu
disakitin hatinya, bisa bisa bunuh diri tuh anak. Semalalaman gue mikirin ide
gila si Sisca, tanpa terasa air mata ini mulai menetes.
“Ih,
ngapain gue peduli sama si Bejo” batinku sambil mengusap air mata.
Tapi, kenapa ya aku kok enggak tega dengan rencananya Sisca. Tuhan……, perasaan apa ini? Mama….. aku
galau….. Halah! Udah deh stop merenungnya. Lagian renungan ini hanya membuatku
menghabiskan air mata untuk orang yang gak penting. Tapi, kenapa aku masih
nangis terus ni. Air mata ini semain kebendung semakin deras lo.
Kakiku
melangkah ke meja belajar, lalu ambil buku diary
ku. Ya, buku ini adalah buku dari ayah. Setiap ada kejadian tertentu aku pasti
langsung menulisnya. Kadang-kadang aku tertawa sendiri bahkan kadang pula aku
bisa menangis.
Jum’at
18 Januari 2013
Dear diary
Ya,, hari ini gue dibikin penasaran
sama Sisca. Semenjak kejadian itu, dimana dia sedang tersenyum bangga. Tapi ya gitulah, gak
biasanya dia bikin penasaran gue. Sampai malampun aku masih mikirin idenya
Sisca. Dan setelah ku telefon dia ngrencanain untuk membuat Bejo cinta sama
dia, dan setelah itu mereka PUTUS. Bayangin dong, bagaimana perasaan Bejjo
nanti. Tapi yang bikin aneh lagi, kenapa gue nangis dan gak tega sama
Bejo. AKU GALAU……
************
Pagi
ini mama menyiapkan makanan untukku. Menunya cukup banyak, ada telor ceplok,
ayam goring, bakmie dan sup. Khusus pagi ini, aku makan pagi tidak hanya
dirumah tapi juga dikampus. Sarapannya sama pemandanghan yang menakjubkan. Ya,
aku melihat di sudut taman, Siska & Bejo sedang bercanda. Hehehehe…. Kayak
di film-film aja, sepertinya mereka cocok deh. Tapi gimana kalau Sisca…..? Ah,
udah gak usah mikirin itu lagi. Lagian itukan urusan mereka berdua. Senang
ataupun sedih itu urusan mereka. Sebenarnya sih, aku pingin banget mendekat ke
posisi mereka, ya ikut bercanda gitu loh. Biar enggak feel boring. Tapi,
apa boleh buat, mereka sedang asyik bercanda. So, gak usah ganggu mereka. Siapa
tahu mereka bisa jadian dan mencintai satu sama lain terus menikah deh.
Imajinasi itu membuatku meneteskan air mata, tapi bukan karena haru melihat
mereka. Aku langsung melangkahkan kakiku menuju kelas.
Di dalam kelas, aku bosen
banget. Hmmm… biar gak bosen ngapain ya enaknya?. Biasanya sih aku ngobrol sama
Sisca, tapi dia sedang sama Bejo. Apa kekantin aja kali ya?, tapi mau beli mau
apa. Gak deh gak jadi . Beberapa menit aku hanya melamun. Tiba-tiba aku
mempunyai ide. Knapa gak baca novel aja. Lagiankan seminggu yang lalu aku baru
beli novel. Kali ini novel yang kubaca adalah Habibie dan Ainiun yangmenceritakan
setianya sepasang suami istri sampai akhir hayatnya. Hihihi…. Jadi
ngebanyangin, andaikan aku punya pacar terus setia sampai waktu yang memisahkan.
Huhu… Tuhan, aku pingin jodohku seperti Pak Habibie. Masih ada apa enggak ya,
stok cowok kayak Pak Habibie?
“Hey, nglamun aja. Gimana mau punya pacar, kalo elo
kerjaannya hanya nglamun. Dikit-dikit nglamun. Emang kenapa sih Gembul? Cerita
dong?” getak Sisca. Idih.. ni anak sekarang super nyebelin ya, ngrusak lamunan
gue.
“Eh, tau enggak. Ada kabar
gembira!” bisik Sisca.
“Heem….” Jawabku dengan
malas.
“Gue nanti jalan-jalan sama
Bejo. Hm…. Liat aja Bejo abis ini loe akan bertekuk lutut am ague”
“Emang mau kemana?” tanyaku
sambil menutup novel lalu mengembalikannya k etas.
“Ke mall. Ya, mau shopping gitu” jawabnya dengan nada pede.
“Ke mall. Ya, mau shopping gitu” jawabnya dengan nada pede.
“Good luck ya!” jawabku
dengan sesingkat- singkatnya.
“Kenapa sih ini anak?” gumam
Sisca sambil menggaruk kepalanya dan langsung pergi meninggalkanku.
Aduh Tina, ngapain loe tiba-tiba sikap loe berubah. Kenapa
loe tiba-tiba benci ama Sisca?. Bodoh banget sih loe, loe tahukan perbuatan loe
itu bisa nyakitin hatinya Sisca?
************
“Ku
menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu. Tak akan ku ganggu kau dengan
kekasihmu. Kukan selalu disini tuk menunggumu………” aku bernyanyi lagu ku
menunggu.
Ya, ini memang lagu
kesukaanku. Sambil bercemin, nyanyi lagu itu. Hm….. asyik banget.
“ Aha! Gimana kalau gue ngikutin
kencannya Sisca. Iseng-iseng dikit gak apakan. Lagian boring di rumah aja!”
Aku langsung memilih baju yang cocok. Ya, baju putih ini
aja. Keren kok!. Setelah itu, aku langsung meluncur ke Mal. Teret…teret…tetet….
Dan ini dia saatnya detektif Gembul beraksi.
Sesampainya
di mall,aku bingung dimana posisi mereka berada. Kemana dulu ya ? stand baju
aja kali ya. Aku langsung meluncur, cari keliling. Hasilnya, NIHIL. Terus, kemana? Aku langsung pergi aja ke
stand sepatu. Di cari-cari sampai mutar-muter juga gak ada. Tiba-tiba aku
terfikir took acsesoris. Dan terimakasih Tuhan! Mereka ada di sini. Dengan
nafas ngo-ngosan aku bersembunyi. Hahaha…. Cukup mahir jug ague jadi detektif.
Kakiku
langsung melangkah mengikuti setiap jejak mereka. Hingga, berhentilah mereka di
satu titik. Dimana itu adalah tempat acsesorisnya couple. Dan alangkah
terkejutnya aku ketika melihat membeli cincin yang unik itu. Hatiku rasanya
seperti ada yang mengiris-ngiris. Tuhan, perasaan apa ini? Apakah aku cinta
Bejo?. Ku mohon beri petunjukmu Tuhan!!!.lagi- lagi aku menangis atiku lebih
sakit lagi, ketika Bejo memakaikan cincin itu ke jari manisnya Sisca, begitu
sebaliknya. Ayo, Sisca kamu ini gak cinta sama Bejo, kamu hanya terharu melihat
temanmu yang mencari pria idamannya. Supportku dalam hati. Aku berusaha tegar
menyikapi masalah ini. Aku langsung menghapus air mata ini.
“Mereka
mau kemana ya?” tanyaku penuh keheranan.
Kakiku langsung melangkah
mengikati setiap ayunan kaki mereka. Hingga tibalah mereka di bioskop. Tapi,
mereka nonton film apa ya?. Aku lansung menuju papan jadwal tayang. Apa?????
Horror????. Padahal Siscakan paling anti yanmg namanya nonton film horror,
maklumlah penakut.Tapi kalau dia takut, terus dia bisa peluk Bejo, terus Bejo
pegang tangannya, terus, terus….. haduh, udah deh Tin gak usah mikirin mereka
berdua. Mendingan loe nikmatin aja tayangan film nantiu, kayaknya menantang
nyali juga. Setelah beberapa menit menunggu, aku segera masuk bioskop. Baru
pertama dimulai…..
“Aaaaaaa……..” teriak Sisca lalu
memegang tangan Bejo.
Sabar Tin, loe gak boleh kayak
gini.
“Haaaaa…………”
teriak Sisca dengan sekeras-kerasnya.
Tuh kan, apa yang kubayangin
bener. Sisca akhirnya meluk Bejo. Itu lagi si Bejo, ngapain juga pakek pegang
tangannya, mbelai rambutnya lagi. Bete….bete…… Aku udah gak kuat lagi menahan
air mata ini. Aku langsung pergi, sebenarnya sih aku mau pulang. Melampiaskan
semuanya, tapi bagaimana dengan mereka? Pokoknya bisa gak bisa, kuat gak kuat
aku harus ngikutin mereka, titik.
Dan
ini dia, tujuan akhir mereka. Restaurant. Tapi omong-omong kok Restaurant
Jepang ya?
“Apa? Steak? Jadi Bejo mau makan steak. Bentar deh,
kayaknya dia gak bisa deh cara makan steak” tanyaku penuh heran.
“What?” aku berteriak dalam
hati.
“Aduh, pakek acara ngajarin
Bejo lagi si Sisca. Apalagi pegang tangan Bejo”
Ya Allah, aku udah gak tahan lagi. Aku langsung pergi
meningggalkan Restaurant itu.
************
Sepanjang
malam aku hanya bisa menangis dan menangis. Mamaku samapai binging, biasanya
walau aku sesedih apapun,aku pasti mau makan. Sekarang, jauh berbeda. Jangankan
untuk makan, liat makanan aja aku sudah malas. Tuhan, apakah aku cinta dia? Apa
aku cemburu? Atau hanya sekedar perasaan biasa?. Aku langsung melihat foro papa
dan langsung mengambilnya.
“Pa, andai Papa disini. Tina
pasti bahagia, Mama juga. Oh ya Pa, cinta itu apasih?. Apa cinta itu seperti
perasaan Tina sekarang?. Pa, tolong sampaikan pada Allah ya, apakah Tina sedang
cinta sama Bejo. Perasaan Tina ke dia itu Pa, hampir sama dengan perasaan
sayangku ke Mama. Dan setiap kali aku melihatnya dengan Sisca, hatiku seperti
ada yang mengiris-iris. Pa, tolong bisikkan ke Bejo, bilangin kalau aku sayang
sama dia!!!” curhatku dengan nada sedih.
“Tina….” Sapa Mama.
“Iya Ma” sambil mengusap air
mata.
“Kamu kanapa?” tanya Mama, aku hanya menggeleng.
“Kamu kanapa?” tanya Mama, aku hanya menggeleng.
“Mama tau apa yang katakana
tadi. Orang cinta itu sudah bukan rahasia um,um lagi. Pasti setiap orang
mengalaminya. Dari curhatan kamu ke Papa, Mama dapat menyimpulkan, sepertinya
anak Mama ini sedang dimabuk cinta”Mama mulai menasihatiku.
“Sepertinya iya Ma. Tapi, dia
sudah milik Sisca, sahabatku sendiri. Pastinya dia lebih milih dia dari pada
aku!” jawabku dengan menangis tersedu.
“Kenapa kamu bilang seperti
itu nak?”
“Ma,lihat aku ini gemuk,
gembrot, bisanya cuma nagis, jelek stupid lagi. Lihat Ma, semua orang berkata
seperti itu, hatikupun berkata seperti itu. Bahkan, dunia tertawa melihatku Ma.
Jadi, gimana mungkin Bejo milih aku!” jawabku dengan nada tinggi dan bercermin.
“Sayang, menurut Mama,
manusia tidak ada yang sempurna. Tapi, hati kamu itu bersih. Dan ingat, cinta
tak harus memiliki” Mama langsung memelukku dengan hangat.
************
Hari
demi hari kulewati tanpa senyum ceria sedikitpun. Yang ada hanya hari
penghabisan air mata.
“Kenapa
sih elo gue liat beberapa hari ini hidup tanpa semangat gitu?” tanya Sisca.
Aku hanya menggeleng.
“Eh, tahu enggak. Semalem gue ditembak loh sama
bejo?”
“So?” jawabku.
“Ih, kok gitu sih. Terus gue
terima deh” jawab sisca dengan nada ceria.
“Selamat ya”
“Yang, kekantin yuk!!” ajak
Bejo.
“Ayuk sayang. Gue cabut dulu
ya???”
Apa, yang?oh no, aku gak bisa terima kenyataan ini. Tuhan !
mangapa rasa ini timbul dalam keadaan seperti ini? Aku semakin gak kuat dan aku
masih tak percaya kalau Bejo panggil Sisca dengan sebutan yang.
************
Semakin
dekat aja hubungan mereka. Tapi, semakin juga aku sakit hati. Dan yang paling
aku khawatirkan adalah disaat Bejo benar-benar mencintai Sisaca, dengan
seenaknya Sisca mutusin Bejo. Setiap malam aku selalu menangis dan merenung. Sampai
disuatu hari, aku jatuh sakit.
“Hey Sis, ni aku bawaain buah, biar cepat sehat” kata Sisca dengan
penuh perhatian. Tapi tak sedikitpun aku menggubris kata-katanya sedikitpun.
Tiba-tiba, Mama datang. Dan menanyakan dengan siapa dia
datang. Alangkah terkejutnya aku ketika Sisca menjawab bahwa dia datang dengan
Bejo.Ya Allah kenapa mereka menjenguk aku, aku tak ingin mereka muncul
dihadapanku. Kedatangan mereka menurutku bukan malah menghiburku. Tapi, mereka
malah asyik ngobrol dan bercanda.mereka sungguh ter-la-lu !!!!!!!!!! .
“Sis,aku sama Bejo, pulang dulu ya! Kalau kamu butuh
kita. Tinggal telfon aja!” kata Sisca.
“Jangan pulang dulu. Aku mau
bicara empat mata sama kamu” pintaku sambil memegang tangan Sisca.
“Yang, kamu pulang dulu ya! Aku
ada perlu sama Sisca” pinta sisca pada Bejo.
Bejo menganggukan kepala. Lalu Sisca mengantarkanyya ke
gerbang. Rasanya ingin sekali aku marah. Huft…… tahan Tin!
“Sebenarnya
loe cinta gak sih sama Bejo?” tanyaku dengan lembut.
“Hahahaha……….” Sisca malah
tertawa. Aku hanya bisa memasang muka keheranan melihat tingkah laku sisca.
“Jadi, loe cuma mau tanya
tentang ini?” tanya sisca. Aku hanya mengangguk.
“Tin, ya iyalah aku beneran
cinta sama Bejo. Dan aku fikir Bejo itu orangnya unik”
Ya, Tuhan!! Aku rasanya mau menjerit
sekencang-kencangnya. Ya Allah! Hapuskan perasaan ini!!!!
************
Hari
ini aku sudah sembuh, itu berarti gue bisa masuk ke kampus lagi. Ternyata Sisca
dan Bejo menyambutku dengan hangat. Tetapi, halite tak bisa menembus sakit
hatiku selama ini. Setelah mereka menyambutku, aku menarik tangan Sisca.
“Nanti
jam empat sore loe gue jemput. Kita jalan-jalan, kan kita udah lama gak jalan
bareng”
Sorenya, aku langsung menjemput Sisca. Dalam prjalanan,
dia banyak cerita tentang Bejo. Aku hanya bisa diam seraya menahan tangisan. Akhirnya
tibalah kami di sebuah rumah tua.
“Sekali
lagi, gue tanya. Apa loe bener-bener cinta sama Bejo?” tanyaku dengan nada
serius.
“Bangeetttttttt”
jawab Sisca dengan semangat.
Akhirnya aku meneteskan air mata dan meluapkan semua
perasaanku selama ini.
“Hah! Loe tahu gak sih,gue ini cinta banget sama
Bejo! Mana janji loe?” aku membentak Sisca dan memukul dinding sekuatku.
“A a apa?” tanyanya
terbata-bata.
“Iya. Dulu loe janjikan ,mau
mutusin Bejo? tTapi mana?gue udah nunggu ya”
“Loe kok kayak gitu sih?”
jawabnya membentak.
“Kayak gitu apanya? Heh Sisca,
asalloe tau ya. Gue sakit, karena apa. Karena setiap malam gue nangis. Gue mikirin
bagaimana caranya biar dapatin Bejo. Puas loh?”
“Dasar musuh dalam selimut!!”
Sisca mengalami puncak kemarahannya.
Pandanganku langsung tertuju pada pisau yang tergeletak. Tanpa
fikir panjang, aku langsung mengambil itu.
“Aaa….aaaaaahhhhhhhhhh…………..”
teriakan Sisca yang kudengar terakhir kalinya.
Aku merasa puas, dan aku bisa memiliki Bejo tanpa seorangpun
yang bisa menghalanginya. Mulai detik ini, hari-hariku akan bahagia. Hahahahaha…….
************
Hari telah
berganti bulan, tapi aku masih ingat kejadian itu. Prediksiku akan hari-hari
bahagia itu salah. Yang ada hanya hari penyesalan dan ketakutan. Sampai di
suatu hari aku setress, tersenyum, menangis dan tertawa tanpa sebab. Di setiap
hari Sisca selalu menghampiriku dengan pisau yang kubuat untuk membunuhnya. Aku
seperti di terror dengan Sisca. Semua keluargaku menangis melihat tingkah
lakuku. Mereka ingin aku sehat lagi. Dan jalan satu-satunya adalah masuk Rumah
Sakit Jiwa.Ya, aku disana seperti orang yang diasingkan. Sampai di suatu hari,
Sisca menghampiriku dengan membawa pisau itu lagi, tubuhnya berlumuran darah,
dan diliputi senyum bangga. Dia semakin mmendekat, mendekat dan semakin
mendekat. Dan pada detik itulah Sakaratul Maut menjemputku. Dan kebetulan hari
itu bersamaan dengan 40 hari meninggalnya Sisca. Dan aku ingin tak ada lagi
orang mebunuh karena cinta. Biarlah aku yang menjadi satu-satunya orang yang
kejam. Saatnya aku menebus semua kesalahanku selama ini.
………………TAMAT……………
Pengarang : Parahita Parma Fitri






0 komentar:
Posting Komentar