RSS

Novelku



  Dendam Miss Gembul

   T
ina Avita, itulah nama yang diberikan oleh Alm. Ayahku yang meninggal 6 tahun lalu, pasca kejadian yang sangat mengerikan itu. Yeah….. ayahku meninggal karena ia dituduh korupsi modal dari kantornya, ya maklumlah ayahku emang orang penting di kantornya, jadi ada seseorang yang menuduhnya. Sebut saja dia Minem. Setelah Minem menuduh ayah, pada detik itulah ayahku ditahan. Setelah 6 bulan lamanya ayah depresi sampai akhirnya meninggal. Ya, itulah secuplik cerita tentang Alm. Ayah. Tuh kan! Gara-gara cerita tentang ini, aku jadi nangis lagi. Sudahlah Tina!!!! MOVE ON.......
                Karena dari kecil aku suka makan and ngemil, jadi ya… gini lah ala hasil aku jadi gemuk. Tapi, setelah aku pikir-pikir sampai pusing ni kepala, aku gak keberatan kok. Yang penting aku merasa cantik, imut, dan langsing, walaupun badanku seperti Truck Molen . Hal itu menyebabkan aku diberi julukan Miss Gembul . Sebetulnya ya guys, aku merasa sangat risih dengan julukan yang diberikan oleh Siska. Anak orang kaya, cantik, kulitnya putih, pokoknya segalanya deh. Aku sih nganggep dia itu ya cewek paling   T.O.P    B.G.T  buaaangeeeettttttttt. Tapi, berkat julukan Miss Gembul aku jadi tersohor di kampus.
************
                Mataku perlahan membuka, pandangan mataku langsung lurus tertuju pada salah satu sudut karma. What????? Jam setengah 6?. Sontak, aku langsung ambil handuk dan capcus ke kamar mandi.
“Tina… ayo makan dulu nak!” ajak Mama.
“Iya Ma, sebentar” kakiku lansung melangkah turun ke meja makan.
“Duduk sini” perintah Mama sambil menepuk kursi disebelahnya.
Apa? Kacang lagi, kacang lagi. Mentang –mentang Mama suka kacang, semua menunya dari bahan kacang.Apa Mama gak tau, kacangkan mengandung lemak terus aku kan bisa tambah gembrot. Hmmm,.. gara gara ini semua aku jadi gak nafsu makan. Jadi, aku hanya mengambil sesisir roti. What??? Selainya juga selai kacang.
“Aduh Ma, kapan sih Tina bisa lepas dari yang namanya KACANG” protesku dalam hati. 
Dengan terpaksa aku harus makan Cuma sama sesisir roti tawar. Hmmm…… untung aja aku tadi malam udah makan banyak, hihihihihi……….
                Aku segera naik mobil. Ditengah perjalanan, aku melamun. Aku berharap masih mempunyai sosok Papa yang selalu menemaniku. Ya, sebenarnya aku lebih sayang sama Papa dibandingkan Mama. Tapi hal itu tidak mengurangi sayangku pada Mama. Terkadang, terlintas dalam benakku, aku cemburu sama teman-temanku, pergi kekampus dianterin Papanya. Tiba-tiba, aku tersadar dari lamunanku. Beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi bergerumbul, tapi mereka kenapa menggerumbul. Apa yang terjadi? Oh iya, aku baru ingat. Mobil Avanza hitam berplat nomor N 2618 PF. Ya, mobil ini memang keluaran terbaru, dan dikampus ini hanya TINA yang punya. Semua orang berdecak kagum dengan mobil ini. Semua orang memuji mobilku ini dan penasaran siapa sih yang punya mobil sekeren dan seantik ini. Bahkan ya guys ada mahasiswa yang bilang 
“kalau mobilnya keren pasti yang punya lebih keren, gue janji bila dia cewek akan gue jadi’in pacar gue dan bila cowok akan jadi Best Friend gue” kata Roy, cowok yang diencer banyak cewek di kampus.
“Oh, gitu ya Roy. Gue beri applause buat loeh. Jadi, setelah loe dapatin cewek di mobil itu, loe akan putusin gue. Itukan maksud loe?” bentak pacar Roy yang super duper cerewet dan kebetulan sih…dia ada di belakang Roy.
“Iya, gue sekarang gak cinta lagi am aloe. Lagian siapa juga yang mau jadi pacar cewek cerewet kayak loe? Gak ada, semua cowok pada kabur liat loe!”
“Ok, kita PUTUS…”
“Thank you” jawab Roy dengan lega seraya pergi dan langsung membukakan pintu untuk Miss Gembul.
Didalam mobil, aku hanya bias menahan tawa. Coba deh kalian bayangin, banyak orang-orang yang muji mobil gue dan termasuk orang didalamnya (gue). Terus sampai ada yang rela mutusin pacarnya demi dapatin sinyal cinta dari aku. Oh MyGod…. Aku gak mimpi kan?????. Dan ketika pintu mobil dibuka. Tereng tereng tetettttt…… tak ada cewek cantik, Gembrot pun jadi. Terus ketika mereka liat siapa orang itu, apa reaksi mereka. Hahahaha… lucukan .
          Ternyata  apa yang kubayangin terjadi juga. Mereka semua kaget dan melongo. Apalagi si Roy, mukanya merah tomat. Mereka melongo sangat lama sekali. Setelah beberapa saat, mereka tersadar dan langsung bubar dengan sendirinya. Hihihihihi….. seperti kena gendam aja. Setelah mereka bubar, di sudut lorong tampak Roy  dan pacarnya sedang bertengkar. Nampaknya Roy sangat kecewa dan tertipu.
“Beibh, maafin aku ya”
“Apa? Maafin loe?” jawab pacarnya
“Ayolah, aku sadar apa yang kuomongin tadi salah”
“Ngapain loe ngrayu-ngrayu gue. Basi  tau gak, katanya loe cinta sama si. Si siapa tuh namanya? oh iya. Si gembul!” jawabnya dengan sinis.
“Hey, asal kamu tahu ya sayang. Dengerin aku, aku ini hanya milik kamu seorang. Jadi, gak ada orang yang bisa milikin aku, kecuali kamu. Lihat deh! Secar, aku ganteng, kamunya cantik. Serasi kan?” Roy mulai mengeluarkan jurus rayuannya, sambil memegang tangan pacarnya.
“Serasi loe bilang. Ni makan tu serasi!” jawabnya dengan sewot dan menginjak kaki Roy lalu meninggalkannya.
“Galak banget sih tu cewek. Itu cewek apa monster dari Mars ya?.” Keluh Roy.
Aku hanya bisa tertawa, tertawa dan tertawa. Padahal di kampus ini, mereka yang dapat gelar convenient couple atau pasangan paling serasi. Tapi, hanya gara-gara gue, mereka END. Haduh, kenapa ya aku kok jadi merasa bersalah sama mereka. Itu artinya, aku sudah merusak hubungan mereka yang sudah terjalin 2 tahun lamanya. Terus, apa yang harus gue lakuin? Ada yang mau enggak nyumbangin ide buat gue. Tapi, setelah gue fikir, itu bukan keslahan gue. Itukan salah Roy sendiri. Lagi pula, ngapain gue harus nyibukkan diri untuk menyelamatkan hubungan mereka. Mereka sudah jahat sama aku. Hahahaha……….kasihan deh mereka berdua. Tiba-tiba lamunanku kabur gara-gara si Sisca.
“ Nglamunin apa sih? Kejadian tadi?” tanyanya dengan nada santai.
“ Emang, barusan ada kejadian apa?” aku balik tanya dan pura-pura tidak tahu.
“ Eh, ini nih, orang ditanya malah balik tanya. Pura-pura gak tahu lagi”
“ Piss, hehehe….” Jawabku dengan cengingisan.
“Ke kantin yuk!”  ajaknya. Aku hanya tertawa sambil mengangkat alisku.
“Iya, gue beli’in”
“Gitu dong”
“ Kalau gini aja semangat” keluhnya.
Di kantin, aku memesan bakso dan jus alpukat. Sempat sih, dilarang Sisca. Secara ya, bakso dan alpukat itu mengandung lemak. Tapi,aku tetap aja memaksa, sekali-sekali  boleh dong. Sambil menunggu pesanan, kami membicarakan kejadian tadi.
                “ Ini dia, udah dating pesanannya” kata Sisca dengan gembira.
Tapi, aku hanya melihati raut wajahnya yang sangat memancarkan ketulusan hatinya untuk mejadi sahabatku. Sisca, anak cantik dan popular di kampus, mau maunya jadi temanku. Padahal, aku ini anak yang sangat tidak sempurna. Terkadang, anak kampus suka mengejeknya karena ia mau jadi temanku. Tapi Sisca masih saja mau jadi sahabatku. Jika aku punya maslah, pasti aku langsung curhat ke dia, terus dia beri saran dan komentar, begitupun sebaliknya. Malah, aku suka manja sama dia.Hingga tak terasa, aku meneteskan air mata. Sisca balik melihatku dengan iba dan menanyakan mengapa aku menangis. Aku meluapkan semuanya dan air mataku tambah deras. Sampai  Sisca terharu dan ikut meneteskan air matanya.
                “ I LOVE YOU “ kata Sisca dengan lembut.
                “ LOVE YOU TOO” aku langsung memeluk Sisca dengan eratnya. Baru kali ini aku punya sahabat seperti dia, dan aku gak mau kehilangan dia. Dia termasuk dari bagian hidupku yang tak kalah penting
************
                Dimalam sunyi yang dipenuhi suara cengkerik ini, aku begadang sendiri. Ya, maklumlah, besok ada presentasi. So, aku harus mempersiapkan bahan-bahan yang dipergunakan besok. Padahal ya guys, aku ini anak paling malas untuk presentasi. Boro-boro ngomong, apa yang gue presentasikan aja gue gak tau materinya. Ini nih, semua gara-gara Pak Jokowi. Coba aja, kalau dia gak ngasih tugas yang gak penting ini, gue kan bisa tidur, mungkin udah mimpi. Huftt……. Kapan sih Pak Jokowi gak ngasih tugas yang rumit dan banyak. Dan gara-gara dia juga aku lupa enggak makan malam. Hihhhh……. Sebel….. tak terasa kertas yang kupegang menjadi berkeping-kepin. Tiba-tiba mataku melirik jam dinding. What??? Jam 12! Ayo Tina. SEMANGAT!!!!!!. Beberapa saat kemudian, aku mulai ngantuk berat dan tak terasa perlahan mataku menutup. Beberapa saat kemudian, aku bangun dalam keadaan mata tertutup. Aku menuju dapur. Waktu itu lampu dapur dimatikan, jadi keadaannya gelap. Aku langsung pergi ke almari tempat piring, dan langsung membawa piring. Setelah itu kakiku melangkah menuju kamar mandi. Dan berhenti tepat di wastafel, disitulah aku meletakkan piring itu dan langsung ke Bath Up. Disana aku tertidur pulas. Aku merasa malam inilah, malam dimana tidurku sangat nyenyak.
************
                “Sayang, dimana kamu nak?” teriak Mama
                “A aa…” kataku malas sambil menepuk pipiku yang dihinggapi nyamuk.
                “ Ya Allah,  dimanaTina?. Ya, lebih baik aku telfon polisi”
Mama langsung mengambil handpphone nya. Tut…tut….tut…..
                “ Selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?” tanya polisi dengan sopan.
                “ Pagi, Pak anak saya hilang”
                “ Sejak kapan?”
                “ Pokoknya Bapak kesini aja. Nanti saya ceritakan, alamatnya di Jalan Boegenvile No 101”
                “Baik buk, kita akan segera meluncur kesana”
Tepat pukul 05.35 rombongan polisi datang ke rumahku untuk menyelidiki apa yang terjadi. Tiba-tiba Handphone di dalam sakuku berdering dan membuatku terbangun.  Ternyata Sisca, Apa Sisca? Bersamaan dengan itu, para Polisi datang ke kamar mandi, dan membuatku kaget.
                “Pak, ampun Pak saya enggak salah apa-apa. “ sambil menangis
Polisi heran dengan sikapku, dia menjelaskan tujuannya dan akupun menjelaskan apa yang terjadi. Tet tet  tet……. SISCA? Ya ampun aku lupa kalau Sisca mau jemput aku.gak usah mandi kali ya? Udah deh gak usah udah jam enam lebih. Dan semoga aja ini pertama dan terakhir kalinya aku ke kampus gak mandi. Euuuuhhhh……… Aku bergegas ambil baju dan menyemprotkan minyak wangi senamyak-banyaknya. Setelah itu, meluncur deh ke mobil Sisca. Didalam mobil kita ngobrol yang seru, tiba-tiba kami curhat, yaa maklumlah kitakan Best Friend. Tak terasa saking asyiknya kita mengobrol, kami tiba di gerbang sekolah.
                Seperti anak-anak lain, setelah masuk dikelas, kita segera duduk dan menggosip. Ya…. Wajar, perempuan. Bel pelajaran telah bordering, itun artinya Pak Jokowi akan segera masuk ke kelas. Dan saatnya kami presentasi. Pak Jokowi bilang, kalau urutannya akan di undi. Ya Allah, semoga bukan aku yang maju duluan. Pak Jokowi menatapku, dan ternyata…………
                “Bejo” ucapnya singkat.
Ya, Bejo anak kampong yang logat bicaranya sangat medhok,tapi jangan salah dia  smart loh,oh ya satu lagi, dia itu cu to the lun alias CULUN. Setelah dia tahu kalau dia yang pertama maju, ekspresinya itu loh campuran, antara kaget+gugup+malu, pokoknya campur aduk aduh deh. Keringat dingin telah mengucur membasahi mukanya, tangan dan kakinya gemetaran. Gedebluk……..tiba-tiba Bejo jatuh pingsan . bukannya nolongin malah nertawain,  itu yang dilakukan anak sekelas plus Pak jokowi. Setelah 2 menit lamanya kami menertawakan kejadian itu, Bejo segera di bawa ke bangkunya.
                “Lucu banget sih anak itu. Ya enggak Sis?” tanyaku sambil tertawa. Tapi aku mulai heran kenapa dia senyum sendiri, apa gara-gara kejadian tadi. Tapi gak mungkin, aku tahu bukan gara-gara kejadian itu.
“Ada apa sih?” tanyaku lagi.
“Gue jadi puny ide” jawabnya dengan senyuman bangga.
“Eh ide apaan tuh? Kayaknya misi besar nih” tanyaku penasaran.
“Liat aja nanti”
“Up to you lah. Pokoknya gue saranin ide loe jangan gila atau ngerugiin orang lain” aku menasihati Sisca karena aku gak mau dia berbuat jahat.
Gue makin penasaran karena Sisca gak jawab nasihatku tadi. Dia Cuma tersenyum sambil melamun. Akhirnya bel bordering, so waktunya kita GO HOME…. Dan siang ini, aku sama Sisca mau pulang bareng. Aku dan Sisca segera meluncur di Parkiran untuk ambil mobilnya. Tiba-tiba langkah sisca berhenti tepat di depan Bejo.
                “Hai Bejo! Udah enakan?” tanya Sisca penuh perhatian.
                “udah enakan kok Sis”
Apa setress ya ni anak? Aneh banget, secara dia itu paling gak suka sama yang namanya Bejo, malah biasanya ngerjain dia. Apa dunia udah kebalik kali ya?Berarti  kalau dunia terbalik, gue bisa jadi wanita yang lansing?. Tapi, buktinya, tetep aja gue masih gembrot L.
************
                Malam harinya aku masih penasaran dengan ide Sisca. Sampai-sampai aku gak bisa tidur. Akhirnya aku nekat untuk nelfon dia.
“Haduh, Gembul udah jam segini tau. Emang ada apa sih? Penting banget ya?”
“Idih…. Orang masih jam sebelas juga. Gue masih penasaran dengan ide loe!”
“Besok aja ya Gembul, gue masih ngantuk tau!”
“Pokoknya sekarang” paksaku dengan nada manja.
“Jadi gini, gue mau deketin Bejo, sampai dia jatuh cinta dan bertekuk lutut sama gue. Setelah itu kita putus deh!”
“Elo gila ya?”
“Biarin, udahkan? BYE!”
Aduh Tuhan? Apa dia gak lagi mimpi ya?. Gila banget sih tu anak, coba deh kalian bayangin, perbuatan Sisca itukan bisa nyakitin perasaannya Bejo kan? Kasian kalau dia diberi harapan palsu, apalagi, selama ku tahu,dia Bejo gak pernah yang namanya jatuh cinta. Bejo anak selugu itu disakitin hatinya, bisa bisa bunuh diri tuh anak. Semalalaman gue mikirin ide gila si Sisca, tanpa terasa air mata ini mulai menetes.
                “Ih, ngapain gue peduli sama si Bejo” batinku sambil mengusap air mata.
Tapi, kenapa ya aku kok enggak tega dengan rencananya  Sisca. Tuhan……, perasaan apa ini? Mama….. aku galau….. Halah! Udah deh stop merenungnya. Lagian renungan ini hanya membuatku menghabiskan air mata untuk orang yang gak penting. Tapi, kenapa aku masih nangis terus ni. Air mata ini semain kebendung semakin deras lo.
                Kakiku melangkah ke meja belajar, lalu ambil buku diary ku. Ya, buku ini adalah buku dari ayah. Setiap ada kejadian tertentu aku pasti langsung menulisnya. Kadang-kadang aku tertawa sendiri bahkan kadang pula aku bisa menangis.
                                                                                                    Jum’at 18 Januari 2013
Dear  diary                                                                                                                                   
            Ya,, hari ini gue dibikin penasaran sama Sisca. Semenjak kejadian itu, dimana dia sedang  tersenyum bangga. Tapi ya gitulah, gak biasanya dia bikin penasaran gue. Sampai malampun aku masih mikirin idenya Sisca. Dan setelah ku telefon dia ngrencanain untuk membuat Bejo cinta sama dia, dan setelah itu mereka PUTUS. Bayangin dong, bagaimana perasaan Bejjo nanti. Tapi yang bikin aneh lagi, kenapa gue nangis dan gak tega sama Bejo.  AKU GALAU……
************
                Pagi ini mama menyiapkan makanan untukku. Menunya cukup banyak, ada telor ceplok, ayam goring, bakmie dan sup. Khusus pagi ini, aku makan pagi tidak hanya dirumah tapi juga dikampus. Sarapannya sama pemandanghan yang menakjubkan. Ya, aku melihat di sudut taman, Siska & Bejo sedang bercanda. Hehehehe…. Kayak di film-film aja, sepertinya mereka cocok deh. Tapi gimana kalau Sisca…..? Ah, udah gak usah mikirin itu lagi. Lagian itukan urusan mereka berdua. Senang ataupun sedih itu urusan mereka. Sebenarnya sih, aku pingin banget mendekat ke posisi mereka, ya ikut bercanda gitu loh. Biar enggak feel boring. Tapi, apa boleh buat, mereka sedang asyik bercanda. So, gak usah ganggu mereka. Siapa tahu mereka bisa jadian dan mencintai satu sama lain terus menikah deh. Imajinasi itu membuatku meneteskan air mata, tapi bukan karena haru melihat mereka. Aku langsung melangkahkan kakiku menuju kelas.
                Di dalam kelas, aku bosen banget. Hmmm… biar gak bosen ngapain ya enaknya?. Biasanya sih aku ngobrol sama Sisca, tapi dia sedang sama Bejo. Apa kekantin aja kali ya?, tapi mau beli mau apa. Gak deh gak jadi . Beberapa menit aku hanya melamun. Tiba-tiba aku mempunyai ide. Knapa gak baca novel aja. Lagiankan seminggu yang lalu aku baru beli novel. Kali ini novel yang kubaca adalah Habibie dan Ainiun yangmenceritakan setianya sepasang suami istri sampai akhir hayatnya. Hihihi…. Jadi ngebanyangin, andaikan aku punya pacar terus setia sampai waktu yang memisahkan. Huhu… Tuhan, aku pingin jodohku seperti Pak Habibie. Masih ada apa enggak ya, stok cowok kayak Pak Habibie?
                “Hey, nglamun aja. Gimana mau punya pacar, kalo elo kerjaannya hanya nglamun. Dikit-dikit nglamun. Emang kenapa sih Gembul? Cerita dong?” getak Sisca. Idih.. ni anak sekarang super nyebelin ya, ngrusak lamunan gue.
“Eh, tau enggak. Ada kabar gembira!” bisik Sisca.
“Heem….” Jawabku dengan malas.
“Gue nanti jalan-jalan sama Bejo. Hm…. Liat aja Bejo abis ini loe akan bertekuk lutut am ague”
“Emang mau kemana?” tanyaku sambil menutup novel lalu mengembalikannya k etas.
“Ke mall. Ya, mau shopping gitu” jawabnya dengan nada pede.
“Good luck ya!” jawabku dengan sesingkat- singkatnya.
“Kenapa sih ini anak?” gumam Sisca sambil menggaruk kepalanya dan langsung pergi meninggalkanku.
Aduh Tina, ngapain loe tiba-tiba sikap loe berubah. Kenapa loe tiba-tiba benci ama Sisca?. Bodoh banget sih loe, loe tahukan perbuatan loe itu bisa nyakitin hatinya Sisca?
************
                “Ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu. Tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu. Kukan selalu disini tuk menunggumu………” aku bernyanyi lagu ku menunggu.
 Ya, ini memang lagu kesukaanku. Sambil bercemin, nyanyi lagu itu. Hm….. asyik banget.
“ Aha! Gimana kalau gue ngikutin kencannya Sisca. Iseng-iseng dikit gak apakan. Lagian boring di rumah aja!”
Aku langsung memilih baju yang cocok. Ya, baju putih ini aja. Keren kok!. Setelah itu, aku langsung meluncur ke Mal. Teret…teret…tetet…. Dan ini dia saatnya detektif Gembul beraksi.
                Sesampainya di mall,aku bingung dimana posisi mereka berada. Kemana dulu ya ? stand baju aja kali ya. Aku langsung meluncur, cari keliling. Hasilnya, NIHIL.  Terus, kemana? Aku langsung pergi aja ke stand sepatu. Di cari-cari sampai mutar-muter juga gak ada. Tiba-tiba aku terfikir took acsesoris. Dan terimakasih Tuhan! Mereka ada di sini. Dengan nafas ngo-ngosan aku bersembunyi. Hahaha…. Cukup mahir jug ague jadi detektif.
                Kakiku langsung melangkah mengikuti setiap jejak mereka. Hingga, berhentilah mereka di satu titik. Dimana itu adalah tempat acsesorisnya couple. Dan alangkah terkejutnya aku ketika melihat membeli cincin yang unik itu. Hatiku rasanya seperti ada yang mengiris-ngiris. Tuhan, perasaan apa ini? Apakah aku cinta Bejo?. Ku mohon beri petunjukmu Tuhan!!!.lagi- lagi aku menangis atiku lebih sakit lagi, ketika Bejo memakaikan cincin itu ke jari manisnya Sisca, begitu sebaliknya. Ayo, Sisca kamu ini gak cinta sama Bejo, kamu hanya terharu melihat temanmu yang mencari pria idamannya. Supportku dalam hati. Aku berusaha tegar menyikapi masalah ini. Aku langsung menghapus air mata ini.
                “Mereka mau kemana ya?” tanyaku penuh keheranan.
Kakiku langsung melangkah mengikati setiap ayunan kaki mereka. Hingga tibalah mereka di bioskop. Tapi, mereka nonton film apa ya?. Aku lansung menuju papan jadwal tayang. Apa????? Horror????. Padahal Siscakan paling anti yanmg namanya nonton film horror, maklumlah penakut.Tapi kalau dia takut, terus dia bisa peluk Bejo, terus Bejo pegang tangannya, terus, terus….. haduh, udah deh Tin gak usah mikirin mereka berdua. Mendingan loe nikmatin aja tayangan film nantiu, kayaknya menantang nyali juga. Setelah beberapa menit menunggu, aku segera masuk bioskop. Baru pertama dimulai…..
“Aaaaaaa……..” teriak Sisca lalu memegang tangan Bejo.
Sabar Tin, loe gak boleh kayak gini.
                “Haaaaa…………” teriak Sisca dengan sekeras-kerasnya.
Tuh kan, apa yang kubayangin bener. Sisca akhirnya meluk Bejo. Itu lagi si Bejo, ngapain juga pakek pegang tangannya, mbelai rambutnya lagi. Bete….bete…… Aku udah gak kuat lagi menahan air mata ini. Aku langsung pergi, sebenarnya sih aku mau pulang. Melampiaskan semuanya, tapi bagaimana dengan mereka? Pokoknya bisa gak bisa, kuat gak kuat aku harus ngikutin mereka, titik.
                Dan ini dia, tujuan akhir mereka. Restaurant. Tapi omong-omong kok Restaurant Jepang ya?
                “Apa? Steak? Jadi Bejo mau makan steak. Bentar deh, kayaknya dia gak bisa deh cara makan steak” tanyaku penuh heran.
“What?” aku berteriak dalam hati.
“Aduh, pakek acara ngajarin Bejo lagi si Sisca. Apalagi pegang tangan Bejo”
Ya Allah, aku udah gak tahan lagi. Aku langsung pergi meningggalkan Restaurant itu.
************
                Sepanjang malam aku hanya bisa menangis dan menangis. Mamaku samapai binging, biasanya walau aku sesedih apapun,aku pasti mau makan. Sekarang, jauh berbeda. Jangankan untuk makan, liat makanan aja aku sudah malas. Tuhan, apakah aku cinta dia? Apa aku cemburu? Atau hanya sekedar perasaan biasa?. Aku langsung melihat foro papa dan langsung mengambilnya.
“Pa, andai Papa disini. Tina pasti bahagia, Mama juga. Oh ya Pa, cinta itu apasih?. Apa cinta itu seperti perasaan Tina sekarang?. Pa, tolong sampaikan pada Allah ya, apakah Tina sedang cinta sama Bejo. Perasaan Tina ke dia itu Pa, hampir sama dengan perasaan sayangku ke Mama. Dan setiap kali aku melihatnya dengan Sisca, hatiku seperti ada yang mengiris-iris. Pa, tolong bisikkan ke Bejo, bilangin kalau aku sayang sama dia!!!” curhatku dengan nada sedih.
“Tina….” Sapa Mama.
“Iya Ma” sambil mengusap air mata.
“Kamu kanapa?” tanya Mama, aku hanya menggeleng.
“Mama tau apa yang katakana tadi. Orang cinta itu sudah bukan rahasia um,um lagi. Pasti setiap orang mengalaminya. Dari curhatan kamu ke Papa, Mama dapat menyimpulkan, sepertinya anak Mama ini sedang dimabuk cinta”Mama mulai menasihatiku.
“Sepertinya iya Ma. Tapi, dia sudah milik Sisca, sahabatku sendiri. Pastinya dia lebih milih dia dari pada aku!” jawabku dengan menangis tersedu.
“Kenapa kamu bilang seperti itu nak?”
“Ma,lihat aku ini gemuk, gembrot, bisanya cuma nagis, jelek stupid lagi. Lihat Ma, semua orang berkata seperti itu, hatikupun berkata seperti itu. Bahkan, dunia tertawa melihatku Ma. Jadi, gimana mungkin Bejo milih aku!” jawabku dengan nada tinggi dan bercermin.
“Sayang, menurut Mama, manusia tidak ada yang sempurna. Tapi, hati kamu itu bersih. Dan ingat, cinta tak harus memiliki” Mama langsung memelukku dengan hangat.

************
                Hari demi hari kulewati tanpa senyum ceria sedikitpun. Yang ada hanya hari penghabisan air mata.
                “Kenapa sih elo gue liat beberapa hari ini hidup tanpa semangat gitu?” tanya Sisca.
Aku hanya menggeleng.
                “Eh, tahu enggak. Semalem gue ditembak loh sama bejo?”
“So?” jawabku.
“Ih, kok gitu sih. Terus gue terima deh” jawab sisca dengan nada ceria.
“Selamat ya”
“Yang, kekantin yuk!!” ajak Bejo.
“Ayuk sayang. Gue cabut dulu ya???”
Apa, yang?oh no, aku gak bisa terima kenyataan ini. Tuhan ! mangapa rasa ini timbul dalam keadaan seperti ini? Aku semakin gak kuat dan aku masih tak percaya kalau Bejo panggil Sisca dengan sebutan yang.
************
                Semakin dekat aja hubungan mereka. Tapi, semakin juga aku sakit hati. Dan yang paling aku khawatirkan adalah disaat Bejo benar-benar mencintai Sisaca, dengan seenaknya Sisca mutusin Bejo. Setiap malam aku selalu menangis dan merenung. Sampai disuatu hari, aku jatuh sakit.
“Hey Sis, ni aku bawaain  buah, biar cepat sehat” kata Sisca dengan penuh perhatian. Tapi tak sedikitpun aku menggubris kata-katanya sedikitpun.
Tiba-tiba, Mama datang. Dan menanyakan dengan siapa dia datang. Alangkah terkejutnya aku ketika Sisca menjawab bahwa dia datang dengan Bejo.Ya Allah kenapa mereka menjenguk aku, aku tak ingin mereka muncul dihadapanku. Kedatangan mereka menurutku bukan malah menghiburku. Tapi, mereka malah asyik ngobrol dan bercanda.mereka sungguh ter-la-lu !!!!!!!!!! .
                “Sis,aku sama Bejo, pulang dulu ya! Kalau kamu butuh kita. Tinggal telfon aja!” kata Sisca.
“Jangan pulang dulu. Aku mau bicara empat mata sama kamu” pintaku sambil memegang tangan Sisca.
“Yang, kamu pulang dulu ya! Aku ada perlu sama Sisca” pinta sisca pada Bejo.

Bejo menganggukan kepala. Lalu Sisca mengantarkanyya ke gerbang. Rasanya ingin sekali aku marah. Huft…… tahan Tin!
                “Sebenarnya loe cinta gak sih sama Bejo?” tanyaku dengan lembut.
“Hahahaha……….” Sisca malah tertawa. Aku hanya bisa memasang muka keheranan melihat tingkah laku sisca.
“Jadi, loe cuma mau tanya tentang ini?” tanya sisca. Aku hanya mengangguk.
“Tin, ya iyalah aku beneran cinta sama Bejo. Dan aku fikir Bejo itu orangnya unik”

Ya, Tuhan!! Aku rasanya mau menjerit sekencang-kencangnya. Ya Allah! Hapuskan perasaan ini!!!!

************
                Hari ini aku sudah sembuh, itu berarti gue bisa masuk ke kampus lagi. Ternyata Sisca dan Bejo menyambutku dengan hangat. Tetapi, halite tak bisa menembus sakit hatiku selama ini. Setelah mereka menyambutku, aku menarik tangan Sisca.

                “Nanti jam empat sore loe gue jemput. Kita jalan-jalan, kan kita udah lama gak jalan bareng”
Sorenya, aku langsung menjemput Sisca. Dalam prjalanan, dia banyak cerita tentang Bejo. Aku hanya bisa diam seraya menahan tangisan. Akhirnya tibalah kami di sebuah rumah tua.

                “Sekali lagi, gue tanya. Apa loe bener-bener cinta sama Bejo?” tanyaku dengan nada serius.
                “Bangeetttttttt” jawab Sisca dengan semangat.

Akhirnya aku meneteskan air mata dan meluapkan semua perasaanku selama ini.
               
                “Hah! Loe tahu gak sih,gue ini cinta banget sama Bejo! Mana janji loe?” aku membentak Sisca dan memukul dinding sekuatku.
“A a apa?” tanyanya terbata-bata.
“Iya. Dulu loe janjikan ,mau mutusin Bejo? tTapi mana?gue udah nunggu ya”
“Loe kok kayak gitu sih?” jawabnya membentak.
“Kayak gitu apanya? Heh Sisca, asalloe tau ya. Gue sakit, karena apa. Karena setiap malam gue nangis. Gue mikirin bagaimana caranya biar dapatin Bejo. Puas loh?”
“Dasar musuh dalam selimut!!” Sisca mengalami puncak kemarahannya.

Pandanganku langsung tertuju pada pisau yang tergeletak. Tanpa fikir panjang, aku langsung mengambil itu.
                “Aaa….aaaaaahhhhhhhhhh…………..” teriakan Sisca yang kudengar terakhir kalinya.
Aku merasa puas, dan aku bisa memiliki Bejo tanpa seorangpun yang bisa menghalanginya. Mulai detik ini, hari-hariku akan bahagia. Hahahahaha…….
************
                Hari telah berganti bulan, tapi aku masih ingat kejadian itu. Prediksiku akan hari-hari bahagia itu salah. Yang ada hanya hari penyesalan dan ketakutan. Sampai di suatu hari aku setress, tersenyum, menangis dan tertawa tanpa sebab. Di setiap hari Sisca selalu menghampiriku dengan pisau yang kubuat untuk membunuhnya. Aku seperti di terror dengan Sisca. Semua keluargaku menangis melihat tingkah lakuku. Mereka ingin aku sehat lagi. Dan jalan satu-satunya adalah masuk Rumah Sakit Jiwa.Ya, aku disana seperti orang yang diasingkan. Sampai di suatu hari, Sisca menghampiriku dengan membawa pisau itu lagi, tubuhnya berlumuran darah, dan diliputi senyum bangga. Dia semakin mmendekat, mendekat dan semakin mendekat. Dan pada detik itulah Sakaratul Maut menjemputku. Dan kebetulan hari itu bersamaan dengan 40 hari meninggalnya Sisca. Dan aku ingin tak ada lagi orang mebunuh karena cinta. Biarlah aku yang menjadi satu-satunya orang yang kejam. Saatnya aku menebus semua kesalahanku selama ini.

………………TAMAT……………
Pengarang : Parahita Parma Fitri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS